Wild Love Episode 79A

5 orang berada di luar gedung adalah anak buah ayah

Royal Win Indonesia Entertainment – Wild Love Episode 79A, Tanganku mengepal, gigiku seakan ingin mengunyah semua lelaki yang ada di tempat itu. Penjagaan memang sedikit longgar di dalam sini, mungkin di karenakan beberapa sudah tewas di tangan kami. kurang lebih ada 28 orang, 18 dari 3 bandar dan ada 10 orang tambahan di dalam sini. Berarti 5 orang berada di luar gedung adalah anak buah ayah, dan juga 2 orang yang berada di depan. Jika di total dengan yang kami habisi sebelumnya adalah 23 orang tapi aku tidak tahu berapa yang berada di atas yang jelas anton, dewo, aris sudah menghabisinya. Argh, nafasku sedikit keras membuat semua udara masuk kedalam paru-paruku, bahkan bau bensin yang masih tercium di tangan dan tubuhku yang aku dapatkan sebelum masuk ke gedung ini.

“bibirmu indah sayang, boleh aku menciumnya?”

ucap bandar 1 menggoda dian.

“aku tidak sudi menciummu juih…”

ucap dian.

“o… o… ow… tak apa tidak dapat bibirmu, tapi nanti aku pasti dapat bibirmu sayang. Terutama bibir bawahmu ha ha ha ha”

ucap dan tawa bandar satu, dengan mata semakin jelalatan melihat tubuh indah dian.

“ah… hmmm… susunya besar sekali, ukuran berapa ini? ha ha ha ha owh… mungkin ukuran susu kaleng paling besar ya ha ha ha ha”

ucap bandar 1 yang meraba-raba dihadapan semua orang didalam gedung.

“hmm… bagaimana ya rasanya? Nyam… nyam…”

ucap bandar 1 yang kemudian berjongkok dan dian mencoba mundur tapi rambutnya kemudian dijambak.

“mau kemana sayang? Mau lari? Lari kemana? Ha ha ha ha huh!”

ucap bandar 1 dan menarik kaos tipis yang dikenakan dian ke atas hingga terlihat BH yang dipakainya.

“Semuanya tutup mata, dira kamu yang melihat!, arya, we wait for you!”

ucap anton.

Aku sedikit tertegun dengan sikap koplak yang memang benar-benar memegang erat persahabatan kami. aku sedikit menengok kebelakang dan kulihat wongso memejamkan matanya. Aku tidak menyangka bisa sejauh ini sikap koplak. Dan aku kembali melihat mereka, dengan perlahan, tangan kirinya menarik ke bawah penutup BH yang menutupi susu dian bagian kiri sedang tangan kanannya masih menjambak rambut dian.

“ha ha ha indah bukan? Barang bagus ini ha ha ha”

ucap bandar 1 dengan penuh tawa, kulihat ayah dan om nico tampak menelan ludah.

“sudah hentikan! Hentikan! Jangan sentuh anakku”

ucap tante wardani.

“diam!”

ucap ayah dan menendang pundak tante wardani.

“coba aku rasakan dulu ya, ha ha ha”

ucap bandar 1.

Kepalanya menunduk ke arah susu dian, dian hanya menangis. Kepalanya mencoba menggeleng-geleng namun bandar satu sesekali menarik rambutnya dengan keras. Bibir itu mulai mendarat di susu dian, dan dengan pelan dia mulai memainkan puting dian dengan lidahnya. Di sedotnya susu dian, Dian semakin menangis dan.

“ehg… ahg… juh juh… ahg… apa ini ergh….”

ucap bandar 1 terduduk dan melepaskan jambakan pada rambut dian.

“kalian mau meracuni kami ehg… ahg… ehg…. aghh aghhh egg…”

bandar 1 terkapar membuat semua orang ditempat itu terkejut tak terkecuali ayah dan nico.

“apa yang kalian lakukan dengannya, kalian mencoba meracuni kami hah!”

teriak bandar 2.

“kalian mencoba membunuh kami!”

teriak bandar 3.

“bukan kami tapi wanita ini, dasar bajingan… plak”

ucap om nico dan menampar dian hingga dian tubuhnya ambruk ke samping.

“kalian harusnya mati! Bunuh mereka saja!”

ucap bandar 2.

“hei cepat bunuh mereka kenapa kalian diam saja?!”

ucap bandar 3.

“ha ha ha… kalian bodoh, ha ha ha hei kalian semua ikat mereka”

ucap ayah dan kemudian anak buah dari bandar-bandar itu memiting tubuh kedua bandar itu.

“bajingan kalian, aku membayar kalian kenapa kalian malah menangkapku”

ucap bandar 3.

“kalian tahu, mereka akan menjadi bos-bos dicabang kami. jadi mereka akan menjadi kesatuan dengan kami dan kalian akan MATI! Ha ha ha ha”

ucap ayah.

“hei… nico kenapa lebih baik bunuh saja anakmu itu, bisa jadi tubuhnya juga beracun!”

ucap ayah kepada om nico.

“dasar! Plak… plak… plakkk…”

ucap om nico yang menjambak rambut dian dan ditamparnya berulang kali.

“bunuh saja aku, aku yakin kalian semua pasti akan hancur suatu saat nanti”

ucap dian dengan darah mengalir di bibirnya, sekali lagi tamparan mengarah ke pipi dian hingga dian ambruk kembali.

“lebih baik kamu mati saja!”

bentak om nico mengeluarkan pistol dan diarahkan ke dian.

“jangan hentikan!”

teriak wardani.

“hei ikat dia dan kamu anak durhaka, mati saja ka…”

ucap om nico.
Royal win indonesia Entertainment | riri shiraki 3 | Wild Love
Royal Win Indonesia Entertainment penyedia situs Cerita Dewasa dan Slot judi Online Terpercaya
Pages: 1 2 3

You may also like...

1 Response

  1. Irwan berkata:

    Lanjutnya mana nih kok lama