Wild Love Episode 76B

Wild Love (Episode 76B)

Royal Win Indonesia Entertainment – Wild Love Episode 76B.

“Bobo yuk dah malam”

ucapku sambil menggeser tubuhku kesamping kanannya, tapi dian menggelengkan kepala lalu ditariknya kepalaku, kami kembali melumat bibir.

“bukain tank-top ade”

ucapnya lirih disela-sela kami berciuman.

Lepas ciuman kami, dia duduk di depanku yang kini duduk dan aku tarik tank-topnya hingga terlepas dian kini hanya memakai celana dalam. Kepalanya menoleh kebelakang, wajahnya semakin memerah bibirnya kusambut dengan bibirku. Tanganku mulai memainkan susu dan putingnya kembali. Tangan dian menelusup masuk di antara tubuh kami, mengelus dan kadang meremas dedek arya. suasana semakin panas, aku terbawa oleh nafsuku sendiri. tangan kananku perlahan mengelus perutnya yang ramping dan semakin kebawah masuk ke dalam celana dalam dian. jariku langsung menjelajah mencari butiran kecil milik dian.

“Arghh…. mas emmmmhhh…. geli erghhhh…. mas… ade sayang mas…. mmmhhhh ade cinta masssshhh… erghhh….”

desahnya..

“mas juga sayang mmmmmmhhhhh slurpppp….. mas cinta sama adehhh mmmhhhh….”

ucapku.

Tangan dian kini bukan hanya meremas, namun sudah menarik dedek arya untuk keluar dari celana dalam walau sebagian dari dedek arya masih tertutup oleh celana dalam. Dan tangan kiriku memainkan putingnya, bibirku melumat bibirnya sedangkan tangan kananku memainkan klitorisnya. Dian melepas ciumannya dan bersandar seluruhnya ketubuhku, tangannya melepas dedek arya. dian hanya bisa mendesah dan mendesah. Klitorisnya aku mainkan semakin menggila.

“mas… ugh… mmmmm…. ade rasanya mau… pipis, erghh… mas sudah mas… sudhhhhhahhhhhh mas… sudhhhhaaaahhhh… ade mau piphhhhhpis”

ucapnya namun aku tidak menanggapinya.

“wajah ade memerah…. cup….”

ucapku sambil mengecup pipinya.

“mashh…. mashh…. mashh sudhhhaaaah ade mau erghhhhh…. egh egh egh egh”

ucapnya kemudian sedikit terasa cairan hangat dari vaginanya.

Nafasnya tersengal dan pinggulnya sedikit terangkat keatas. Kupeluk perutnya dan kuciumi lehernya, menunggunya beristirahat sejenak. Tak kusangka dengan memainkan klitorisnya, dian bisa mencapai orgasmenya.

“mashhh… ade sayang mashhh….”

ucapnya berbalik ke arahku dan langsung menciumku.

Di tariknya tubuhku dan kini aku berada di atasnya. Ketika tubuhku berada di atasnya aku tahan dengan kedua tangan dan lututku. Tiba-tiba saja tangan dian menarik celana dalamku dan kini dedek arya mengagantung tegang di atas selangkangannya. Di remas, dan di elusnya.

“mas…”

ucapnya dengan mata memandangku, aku tahu maksud arti dari pandangan itu tapi argh.

“be beneran de?”

ucapku dan dijawabnya dengan anggukan.

Kutarik tangan Dian agar memandangku

Aku turun dari tubuh dian, dian menarik celana dalamnya sendiri hingga kini dian telanjang oval di hadapanku. Kuposisikan tubuhku di antara pahanya yang terbuka. Kupandang sejenak dian dengan wajahnya yang memerah, dian tersenyum manja, argh entah manja atau malu… aku tidak tahu. Aku membungkuk dan kucium dian, kupastikan sekali lagi dan jawaban dian masih sama. Aku kembali di posisiku dan kuarahkan dedek arya ke dalam liang vaginanya yang masih tampak bersih. Kumainkan sejenak klitoris dian, kedua tangan dian menutupi wajahnya. kuarahkan kepala dedek arya, ketika tepat di pintu vaginanya aku membungkuk dan kutarik tangan dian agar memandangku. Sedikit kudorong.

“arghh… pelan masshhh sakiiiiiiiiiiittthhh sakiiiiit mas sakiiiiiittt…. sakiit bangettthhh”

rintihnya, aku berhenti, baru juga kepala masuk. Tiba-tiba terdengar tangis dian.

“hiks sakit banget mas hiks hiks hiks..”

ucapnya.

Aku yang kebingungan melihat kejadian ini seketika itu pula rasa ibaku muncul, logikaku kembali menguasaiku. Segera kucabut, aku duduk di samping dian dan kukecup keningnya.

“sudah ade, bobo saja yuk…”

ajakku dengan senyum kepadanya.

“tapi… maafin ade, tadi beneran sakit banget…hiks”

tangisnya.

“iya, mas minta maaf tadi kelewatan… bobo aja yuk”

ajakku kembali.

“tapi mas, hiks mas ndak papa?… ”

ucapnya, aku hanya mengangguk penuh senyum walaupun sedikit perasaan kentang didalam otakku.

“ngomong sama ade, ade harus ngapain biar mas… tapi kalau diituin lagi hiks ade belum siap, tadi sakit banget hiks… punya mas sih gede banget…”

ucapnya.

“kok tahu gede banget, hayo…”

godaku.

“eh itu iiiih… hiks hiks… ya pernah lihat, erna pernah lihatin video di sematponnya”

ucapnya sedikit terkejut. Ah, bu erna ternyata dia juga suka nonton seperti itu pantas saja waktu itu sempat menggodaku.

“ya sudah, bobo saja mas ndak papa kok, yuk…”

ajakkku.

“ndak mauuuuu… ade harus ngapain, tapi kalau itu…”

ucapnya diakhiri dengan gelengan kepala.

“ya… itu aduh… ndak usah saja, bobo saja…”

rayuku.

“ade mau mati saja…”

balasnya sambil membalikan tubuhnya, membelakangiku.

“ayo dong jangan ngambek, sayang…”

rayuku, aneh juga rasanya, aku yang kentang kenapa dia yang malah marah?

“ade mau mati saja besok hiks”

ucapnya.

“ya sudah… mmm… dikocokin aja dek tapi jangan kasar, yah… ”

rayuku, dian langsung berbalik dan duduk dihadapanku.

Di ciumnya bibirku dan tangannya mulai meraih batang dedek arya. aku kemudian menggeser dudukku dan bersandar, kedua pahaku terbuka dan dian di antara keduanya. Tubuhnya telanjang, susunya yang sekal masih ranum ndak turun sedikitpun, dan itu ough… bulu-bulu halusnya, aku pengen ngiler. Dian mengocoknya dengan lembut, aku angkat tubuhku dan kudekati wajahnya. Kuangkat dagunya, Kucium bibirnya sekali lagi, kurasakan tangannya masih mengocok lembut dedek arya.

“mas…”

desahnya.

“hmmm….”

ucapku.

“besar banget… apa semua laki-laki besarnya seperti ini?”

ucapnya polos.

“lha kan ade sudah pernah lihat di video? “

ucapku.

“eh… kan ade langsung tutup wajah waktu itu, tapi ya lihat sedikit…”

jawabnya.

“hiiii…. he he he… beda-beda adeku ughhhh sudah de…”

ucapku.

“eh kenapa mas? Sakit? Maaf… maafin ade mas”

ucapnya.

“iya,ugh… ”

ucapku sambil meniup-niup dedek arya.

“maafin ade, ndak tahu harus gimana hiks…”

ucapnya dengan tangis lagi.

“sudah jangan nangis, dah ndak papa, mungkin karena keset jadinya sakit… punya lotion?”

ucapku, dian mengangguk.

“kalau minyak zaitun gimana? Ade punya…”

tawarnya.

“ya dikasih itu saja biar mas ndak terasa sakit”

ucapku, sekejap dian mengambil minyak zaitun , setelahnya kulumuri tangannya dengan minyak itu. kuarahkan kembali tangannya untuk mengocok dedek arya.
Royal win indonesia Entertainment | riri shiraki | Wild Love
Royal Win Indonesia Entertainment penyedia situs Cerita Dewasa dan Slot judi Online Terpercaya
Pages: 1 2 3

You may also like...